Jl. Pahlawan Revolusi, No.22B, Pondok Bambu, Jakarta Timur-13430 (021) 8613346 / 081310045708

Antara Timbangan dan Orang yang Curang

Alat itu bernama timbangan dan biasa terdapat di pasar-pasar, tukang sayur, penjual daging dan masih banyak lagi di tempat-tempat lainnya. Timbangan ini yang seringkali dipelototi ibu-ibu dengan seksama, kadang disertai dengan perdebatan dengan penjual karena si pembeli menginginkan timbangan yang hangat (lebih). Timbangan menjadi alat sahnya jual beli atas takaran yang disetujui untuk diperjualbelikan oleh penjual dan pembeli.

Seringkali saya temui kaum ibu yang baru berbelanja menimbang kembali barang belanjaannya dengan timbangan yang mereka punya di rumah. Rupa-rupanya mereka tidak percaya sepenuhnya pada timbangan yang digunakan para penjual di pasar.

Hal ini tentu masih wajar mengingat tidak semua timbangan akurat, bahkan ada beberapa yang memang sudah tidak akurat namun sengaja tetap dipakai untuk memberikan keuntungan lebih bagi penjual. Aturan di negeri ini telah mewajibkan agar timbangan ditera ulang setiap periode waktu tertentu untuk memastikan keakuratannya, dan tera ulang ini bisa dilakukan di balai metrologi terdekat.

Mengapa timbangan itu harus akurat dan tidak boleh diakali, tentu karena agar tidak muncul kecurangan dalam transaksi jual beli. Kecurangan dalam timbangan adalah hal yang sangat tegas dinyatakan dan dilarang dalam Al Qur’an. Allah Ta’ala berfirman,

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al Muthoffifin: 1-3).

Kalau demikian keras ancaman Allah atas orang-orang yang curang, mengapa masih saja ada orang-orang yang bermain dengan timbangan. Kalau timbangan saja begitu ditekankan oleh Allah agar manusia menjadi orang yang jujur dan tidak curang, maka urusan pekerjaan mestinya bisa dianalogikan pada timbangan.

Pengalaman berkaca pada diri sendiri, sebagai pekerja untuk urusan gaji tentu kita tidak mau dipotong. Namun untuk urusan pemenuhan kewajiban jam kerja sebanyak 8 jam sehari kadang-kadang kita menyepelekan malah cenderung mengurangi. Misalnya datang terlambat, atau pulang lebih awal dengan alasan yang dibuat-buat, atau bahkan menggunakan jam kerja untuk keperluan pribadi, tentu hal ini merugikan perusahaan atau pemberi kerja.

Pada titik inilah menurut pandangan saya kita telah menjadi manusia yang curang seperti orang yang mengurangi timbangan. Saat bicara hak, kita meminta seratus persen, kalau bisa malah lebih. Namun sebaliknya, saat bicara kewajiban maka yang terbersit adalah bagaimana caranya menguranginya.

Timbangan mengingatkan kita akan prinsip keseimbangan dan keadilan antara hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban adalah dua hal yang selalu muncul bersamaan. Munculnya hak karena adanya kewajiban, demikian pula sebaliknya. Agar kecurangan tidak muncul, maka perlu kita menjalankan kewajiban dengan baik untuk mendapatkan hak yang sudah semestinya. Jangan menuntut di luar hak kita, demikian pula jangan meninggalkan kewajiban yang menjadi tanggung jawab kita.

Timbangan tidak hanya digunakan dalam urusan jual beli, namun analogi penerapannya dalam kehidupan bisa sangat luas. Mudah-mudahan kita bisa memaknai filosofi timbangan dalam kehidupan manusia sehingga bisa menghadirkan keseimbangan nan berkeadilan dalam segenap aspek kehidupan.

Sumber : Kompasiana.com (Timbangan dan Orang yang Curang)


Lihat juga video timbangan hewan ternak di bawah ini

TAG : harga timbangan sapitimbangan sapi portableharga timbangan sapi hiduptimbangan ternakharga timbangan ternakharga timbangan sapi digitaldaftar harga timbangan sapi hiduptimbangan sapi hiduptimbangan tradisionaltimbangan manualtimbangan barangjenis timbangantimbangan buahtimbangan gantungtimbangan neracatimbangan translatetimbangan digitaltimbangan kambingservice timbangan digital di bandungharga timbangan gantungharga timbangan badan digital di apotikharga timbangan bebekharga timbangan badan digital di ace hardwareharga timbangan badan onemedharga timbangan berat badan di apotik kimia farmaharga timbangan duduk bebekjual timbangan duduktimbangan manualtimbangan digital tokopediatimbangan digital barangtimbangan gantungharga timbangan digital 5 kgtimbangan digital gramtimbangan tradisionaltimbangan digital gantungtimbangan digital barangtimbangan digital gramtimbangan digital kopiharga timbangan kambingharga timbangan ternakJual timbangan digitaltimbangan digital shopee , sewa timbanganrental timbanganproduksi timbanganprice of cattle scalesportable cattle scalesprices of live cattle scaleslivestock scalesportable animal scaleprices of livestock scalesprices of digital cattle scalesprice list of live cattle scaleslive cattle scalestraditional scalesmanual scalesmanual scalesitem scales, scalesscalesfruit scaleshanging scalesbalance scalestranslate scalesdigital scalesgoat scalesdigital service scales in bandunghanging scales pricesprices of digital scales at pharmaciesprices of duck scalesprices of digital scales

2 Comments
Show all Most Helpful Highest Rating Lowest Rating Add your review
  1. Que dois-je faire si j’ai des doutes sur mon partenaire, comme surveiller le téléphone portable du partenaire? Avec la popularité des téléphones intelligents, il existe désormais des moyens plus pratiques. Grâce au logiciel de surveillance de téléphone mobile, vous pouvez prendre des photos à distance, surveiller, enregistrer, prendre des captures d’écran en temps réel, la voix en temps réel et afficher les écrans du téléphone mobile.

  2. Existe – T – Il un meilleur moyen de localiser rapidement un téléphone portable sans être découvert par celui – Ci?

    Leave a reply

    JAYA STAINLESS
    Logo