Jl. Pahlawan Revolusi, No.22B, Pondok Bambu, Jakarta Timur-13430 (021) 8613346 / 081310045708

Jangan Lagi Campur Sampah Basah dan Sampah Kering, Bisa Timbulkan Penyakit! Ini Cara Mengelola Sampah

Bobo.id – Di rumah pasti ada banyak kulit buah, sisa makanan, atau potongan sayur busuk yang termasuk dalam sampah basah.

Semua sampah itu harus mendapat perlakuan berbeda, lo.

Jika teman-teman hanya memiliki satu tong sampah di rumah, sebaiknya minta orang tua untuk menambahnya.

Menyatukan sampah basah dan kering bukanlah hal yang tepat dan bisa menjadi sarang kuman.

Untuk mencegah hal itu terjadi, teman-teman bisa membantu orang tua dalam mengolah sapah yang ada di rumah, lo.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memisahkan sampah basah dan kering.

Atau teman-teman bisa menggolongkan dua jenis sampah tersebut menjadi sampah organik dan anorganik.

  • Sampah Organik dan Anorganik

Sampah organik sering disebut juga dengan sampah alami yang tentunya berasal dari sisa mahkluk hidup.

Jenis sampah ini mudah diurai secara alami atau dengan bantuan manusia.

Sadangkan sampah anorganik merupakan barang yang sudah tidak terpakai dan terbuat dari bahan yang sulit diurai.

Dari dua jenis itu, sampah basah yang dijelaskan sebelumnya merupakan jenis sampah organik yang bisa dengan mudah diurai.

Lalu sampah kering seperti botol plastik, alumunium, dan plastik adalah jenis sampah anorgani yang sulit diurai namun bisa didaur ulang.

Karena itu, kedua jenis sampah ini sebainya dipisahkan agar bisa diolah dan dimanfaatkan kembali.

Pengolahan dua jenis sampah ini pun berbeda, lo.

  • Cara Mengolah Sampah Organik

Sampah organik adalah jenis sampah yang sangat mudah untuk diolah kembali.

Dari sampah jenis ini, teman-teman bisa membuat kompos yang nantinya bisa digunakan untuk menyuburkan tanah.

Teman-teman bisa membuat sebuah kotak di halaman rumah dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

Lalu setiap memiliki sampah organik seperti kulit buah, sayur busuk, sisa makanan, tulang ikan dan ayam, atau nasi sisa, semuanya bisa disatukan dalam kotak tersebut.

Lama kelamaan semua sampah organik itu akan berubah menjadi kompos yang baik untuk kesuburan tanah.

Untuk teman-teman yang suka bercocok tanam, cara ini bisa menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli pupuk lagi.

  • Cara Mengolah Sampah Anorganik

Berbeda dengan sampah organik, sampah anorganik memerlukan usaha lebih untuk mengolahnya.

Sebelum mulai mengolah, teman-teman masih harus mengelompokkan jenis sampah-sampah ini.

Sampah kertas, botol, kardus, atau plastik bisa didaur ulang dengan dicacah dan digunakan kembali.

Tapi hal ini berbeda pada sampah elektronik. Teman-teman tidak bisa membuang sampah eketronik sembarangan, lo.

Untuk membuang sampah elektronik, teman-teman bisa mengembalikan barang ke perusahaan yang memproduksi.

Atau bisa juga menyumbangkannya ke tempat perbaikan perangkat elektronik.

Ada juga jenis sampah yang berbahaya untuk lingkungan, seperti sampah kimia.

Sampah ini harus dibuang dengan cara yang benar.

Bila teman-teman memiliki sampah berupa obat-obatan, bisa juga dibuang ke rumah sakit atau pusat layanan kesehatan.

Mereka akan mengolah sampah itu dengan cara yang berberda sehingga tidak disalah gunakan.

  • Bahaya Sampah Menumpuk

Sampah yang dibiarkan menjadi satu dan menumpuk akan membuat lingkungan menjadi kotor.

Selain itu, tempat sampah akan menjadi sarang bagi kuman serta bakteri.

Polusi udara juga bisa terjadi akibat menumpuk sampah.

Bila tempat sampah itu ada di dalam ruangan, maka udara di dalam ruangan bisa menjadi tidak segar.

Hal itu akan berbahaya untuk orang dengan masalah pernapasan.

Menumpuk sampah basah dan kering juga bisa mempersulit pekerjaan petugas kebersihan.

Petugas yang harusnya mengolah sampah menjadi kesulitan dan memiliki potensi besar terkena penyakit.

Karena itu, penting untuk memiliki dua jenis tong sampah di rumah.

Cara itu bisa mempermudah teman-teman mengolah sampah.

Nah, itu tadi cara mengolah sampah berdasarkan jenisnya.

Teman-teman bisa mencoba melakukan cara pengolahan sampah ini sebagai bentuk menjaga lingkungan.

      JAYA STAINLESS
      Logo